Rabu, 19 Oktober 2011

Tidur Menggunakan Kipas Angin Bukan Penyebab Utama Paru-Paru Basah


Tidur dalam udara panas tentu sangat tidak nyaman, apalagi untuk bayi dan anak-anak. Untuk itulah, kini hampir di setiap kamar tidur tersedia penyejuk udara atau kipas angin agar udara lebih nyaman dan segar. Namun, benarkah tidur memakai kipas ataupun AC bisa membuat anak menderita paru-paru basah?

Menurut penjelasan dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, SpA, sebenarnya tidak ada istilah medis untuk penyakit paru-paru basah. “Ini sebenarnya adalah penyakit pneumonia atau radang paru-paru. Namun, penyebabnya juga bukan karena tidur dengan kipas atau AC,” papar dokter yang akrab disapa dr Tiwi ini.
Pneumonia merupakan penyakit radang paru-paru dan bisa menyerang siapa saja, dari bayi sampai usia lanjut. Bila pertahanan tubuh sedang rendah, bakteri penyebab pneumonia bisa memperbanyak diri dan menyebabkan penyakit.
Gejala utama pneumonia adalah batuk disertai napas cepat dan sesak napas. Anak dengan kondisi tersebut perlu segera dibawa ke dokter.
Untuk mencegah pneumonia, daya tahan tubuh anak perlu dikuatkan. Bila kondisi tubuh anak terpelihara dengan asupan gizi yang seimbang dan lingkungan bersih, anak akan terhindar dari penyakit ini.
“Boleh saja tidur dengan kipas angin atau AC, tapi sebaiknya jangan langsung diarahkan ke badan anak,” saran dr Tiwi. Balita juga perlu mengganti pakaian secara berkala, terutama jika basah oleh keringat dan tidur di ruangan yang dingin.
Demikian juga dengan penjelasan Dr Aditya Suryansyah SpA. Dalam dunia kedokteran tidak dikenal penyakit paru-paru basah. Bila dimaksud paru-paru basah adalah infeksi paru dapat saja terjadi.
Jenis penyakit paru dapat berbeda tergantung bakteri, virus atau jamur penyebab dan lokasi paru yang terkena. Kipas angin dapat mempermudah timbulnya penyakit bila udara terkontaminasi.
Tanda-tanda penyakit infeksi paru secara umum, ditemukan demam dan batuk.
Sumber : www.suaramedia.com