Kamis, 20 Oktober 2011

Usir Sakit Kepala Tanpa Obat















Sakit kepala bisa menyerang Anda kapan saja dan di mana saja. Penelitian yang dipublikasikan dalam American Academy of Neurology menunjukkan pemicu sakit kepala yang paling sering adalah meningkatnya temperatur suhu dan tekanan psikologis yang tinggi. Untuk meredakannya seringkali kita mengonsumsi obat sakit kepala. Padahal, sakit kepala bisa diredakan dengan cara alami. Maka itu, jangan langsung mengonsumsi obat sakit kepala, lebih baik atasi dengan cara berikut, seperti dikutip dari Times of India.
- Minum air putih. Sakit kepala seringkali dipicu karena dehidrasi. Saat Anda kepanasan dan kehilangan banyak cairan disertai rasa sakit kepala, segera konsumsi air putih. Duduklah sebentar, kemudian minum air putih secara perlahan. Jangan lakukan banyak gerakan sampai sakit kepala hilang.
- Menjauh dari komputer. Radiasi komputer juga bisa menimbulkan rasa sakit di kepala. Hal tersebut biasanya terjadi pada Anda yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer. Cobalah matikan monitor, lalu pergilah ke luar ruangan untuk mencari udara segar. Tarik nafas perlahan, sambil pejamkan mata. Memejamkan mata adalah cara efektif untuk meredakan ketegangan otot mata yang menimbulkan rasa sakit kepala.
- Seduh secangkir teh hitam. Tambahkan perasan air lemon. Saat masih hangat, minum perlahan. Ini berguna untuk meredakan sakit kepala Anda segera.
- Coba mengonsumsi sup panas. Setelah itu, cobalah tidur dalam suasana tenang atau temaram.
- Berendam di air hangat juga bisa menyembuhkan sakit kepala Anda.
- Gunakan jari telunjuk dan ibu jari untuk menekan secara perlahan batang hidung Anda. Dan, lakukan juga pijatan pada pelipis secara bergantian. Tapi ingat, jangan tekan terlalu keras.
- Kompres kepala. Ambillah kain lembut atau handuk kecil, lalu basahi dengan air bersuhu dingin. Lalu, tempelkan di kepala dan leher bagian belakang. Cara tersebut bisa mengurangi rasa sakit karena membuat efek relaksasi.
- Meditasi. Saat muncul sakit kepala cobalah untuk bermeditasi. Pejamkan mata, tarik napas dan selama lima detik kemudian buang secara perlahan. Fokuskan pikiran Anda pada hal-hal yang menyenangkan. Dengan begitu Anda bisa mengurangi ketegangan otot pemicu sakit kepala, akibat tekanan psikologis.
Sumber: Vivanews.com

Apa Bedanya Pemeriksaan USG 2D, 3D dan 4D?

Salah satu pemeriksaan penting yang dilakukan selama hamil adalah melakukan ultrasonografi (USG). Tapi kini ada berbagai macam tipe USG yaitu USG 2D, 3D dan 4D. Apa bedanya dan kapan harus digunakan? USG adalah pemeriksaan kondisi janin yang dikandung dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi. USG setidaknya dilakukan sebelum usia kehamilan mencapai 3 bulan untuk mengetahui usia kandungan dan lokasi janin, lalu saat trimester kedua untuk mengetahui ada kelainan atau tidak.
Pada usia kehamilan 18-23 minggu, kelainan struktural janin sudah bisa terdeteksi dengan menggunakan ultrasonografi. Dan pada usia kehamilan 30-34 minggu sudah dapat mendeteksi kelainan posisi dan pertumbuhan janin, plasenta, tali pusat dan juga apakah air ketubannya cukup atau tidak.
Dikutip dari About.com, Kamis (4/11/2010) pemeriksaan standar untuk USG adalah menggunakan 2D. Tapi dalam beberapa tahun terakhir ini meningkat dengan jenis 3D dan 4D.
Secara umum ketiga jenis USG ini memiliki tujuan yang sama, hanya semakin besar dimensinya maka gambar yang muncul akan semakin detail terlihat.

USG 2 Dimensi

Melakukan pemeriksaan dengan USG 2D umumnya hanya memberikan gambar janin secara datar dan hanya secara garis besarnya saja sehingga hanya bisa dimengerti oleh dokter.
Tapi hasil USG ini tetap bisa digunakan untuk melihat organ-organ internal bayi. Pada pemeriksaan awal atau saat masih di trimester awal, biasanya dokter akan menggunakan jenis USG 2D untuk memeriksa kondisi janin.
Pada USG 2D ini gambar yang terlihat akan tampak samar-samar, meskipun gerakannya tetap terpantau dengan baik. Tapi jika dokter mencurigai adanya kelainan, biasanya disarankan untuk melakukan USG dengan dimensi yang lebih tinggi.

USG 3 Dimensi

Pemeriksaan menggunakan USG 3D akan memberikan gambaran janin yang lebih detail. Selain itu gambar yang dihasilkan bisa dimengerti oleh ibu dan juga anggota keluarga lainnya, serta bisa melihat anatomi tubuh janinnya dengan lebih jelas misalnya dapat mendeteksi gangguan bibir sumbing.

USG 4 Dimensi

Pada pemeriksaan USG 4D gambar yang dihasilkan lebih detail dan akurat serta bisa bergerak sehingga terlihat seperti sebuah film. USG 4D ini juga mampu memvisualisasikan anggota tubuh lebih jelas, misalnya hidung janin mancung atau pesek. Serta aktivitas janin di dalam perut seperti sedang menghisap jari, menguap atau memainkan jarinya.
Selain itu pemeriksaan ini dapat mendeteksi kelainan yang terjadi secara lebih dini, sehingga pengobatan yang diberikan lebih terarah. Kelainan yang dapat dideteksi seperti menentukan usia kehamilan, kelainan plasenta atau mendeteksi kehamilan ektopik. Keuntungan lain yang didapat adalah keluarga bisa mendapatkan film janinnya dalam bentuk CD.
Karenanya jika ingin melakukan pemeriksaan USG 3D atau 4D, sebaiknya dilakukan setelah struktur janin bisa dideteksi atau ditemukannya kelainan pada janin. Hal ini akan membuat pemeriksaan USG 3D atau 4D akan menjadi lebih bermanfaat dan tidak buang-buang uang.
Satu hal yang harus diperhatikan jika ingin melakukan pemeriksaan USG 3D atau 4D adalah akreditasi dari dokternya, sebaiknya USG 3D atau 4D dilakukan oleh dokter yang memang sudah memiliki sertifikat.
Sumber: Detikhealth.com

7 Tanda-tanda Bayi Sakit

Orangtua yang baru punya anak terkadang masih belum memahami kondisi seperti apa yang menunjukkan si kecil sakit. Untuk itu ketahui 7 tanda bahwa bayi sakit.
Saat bayi masih berusia di bawah usia 6 bulan, maka tubuhnya rentan terkena berbagai penyakit. Seperti dikutip dari Sheknows, Senin (11/10/2010) ada 7 tanda-tanda bahwa bayi sedang sakit, yaitu:
Demam
Bayi dikatakan demam jika suhunya lebih dari 38 derajat celsius. Jika demam diikuti dengan ruam, sulit bernapas, leher kaku, muntah atau diare, maka segera hubungi dokter.
Demam sendiri bukanah suatu penyakit, melainkan respons bayi terhadap suatu penyakit terutama akibat infeksi.
Dehidrasi
Dehidrasi bisa terjadi jika bayi memiliki nafsu makan yang buruk, demam, lingkungan yang terlalu hangat atau muntah dan diare terus menerus. Kondisi ini bisa dikenali dengan cara mulut dan gusi kering, popok yang jarang basah serta tidak ada air mata ketika menangis.
Diare
Orangtua perlu menghubungi dokter jika terdapat darah di dalam tinja atau tinja berwarna hitam, lebih dari enam kali buang air besar dan berair serta susah untuk minum.
Muntah
Bayi mungkin sering mengalami gumoh setelah menyusu, jika hanya terjadi satu atau dua kali saja kemungkinan hal tersebut bukanlah kondisi serius. Tapi jika kondisi tersebut terjadi dalam frekuensi yang sering maka harus menjadi perhatian.
Sulit bernapas
Bayi yang memiliki kesulitan bernapas ditandai dengan gejala napas yang lebih cepat dari biasanya, bayi mendengus saat menghembuskan napas, kepala bayi terayun-ayun dan bibir bayi atau kulitnya terlihat kebiruan.
Kondisi ini sebaiknya mendapatkan perhatian serius dan segera hubungi dokter.
Ruam
Jika ruam mencakup area yang luas, terutama jika terjadi di wajah, disertai demam, perdarahan atau bengkak, maka ada kemungkinan ruam disebabkan oleh infeksi.
Pilek
Infeksi saluran pernapasan atas disebabkan oleh virus dan sangat umum terjadi pada bayi, biasanya bisa berlangsung selama satu atau dua minggu.
Jika disertai dengan demam dan nafsu makan yang buruk selama beberapa hari, maka penyembuhannya bisa lebih lama dan membutuhkan bantuan dokter.
(Detikhealth.com)